Perkuat Diplomasi Informasi, KI DKI Jakarta Jajaki Kerja Sama dengan Kedutaan Besar Malaysia

JAKARTA — Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta pada Kamis (10/7/2025). Kunjungan ini bertujuan memperluas wawasan serta menjajaki potensi kerja sama internasional di bidang keterbukaan informasi publik.

Dipimpin oleh Wakil Ketua KI DKI Jakarta, Luqman Hakim Arifin, kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi serta studi banding terkait regulasi dan implementasi keterbukaan informasi antara Indonesia dan Malaysia.

“Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik melahirkan Komisi Informasi sebagai lembaga independen, baik di tingkat pusat maupun daerah. Di DKI Jakarta, kami bertugas memastikan agar badan publik maupun pihak yang menggunakan anggaran negara terbuka dan akuntabel secara informasi,” ujar Luqman.

Ia menambahkan, tugas utama Komisi Informasi adalah menyelesaikan sengketa informasi dan memastikan keterbukaan informasi di lingkungan badan publik.

“Kami ingin belajar dari pengalaman Malaysia dalam membangun sistem keterbukaan informasi yang efektif,” tambahnya.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, kedua pihak membahas berbagai aspek pengelolaan informasi publik, mulai dari struktur kelembagaan hingga mekanisme penyelesaian sengketa informasi.

Wakil Duta Besar Malaysia, Farzami Sarkawie, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi peran Komisi Informasi dalam mendorong tata kelola informasi yang transparan.

“Selamat datang di Kedutaan Malaysia, salah satu kedutaan terbesar kami di dunia. Namun, Malaysia saat ini belum memiliki lembaga yang serupa dengan Komisi Informasi,” ujarnya.

Farzami juga menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia selama ini diperkuat melalui berbagai program bilateral, termasuk mekanisme kerja sama khusus melalui biro atau lembaga yang menangani isu-isu strategis.

“Kami berharap kunjungan ini membuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap hak publik atas informasi,” kata Farzami.

Menutup pertemuan, Luqman menyampaikan bahwa Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam keterbukaan informasi publik.

“Jakarta sebagai kota global terus berupaya menjadi role model keterbukaan informasi. Karena itu, kami tidak boleh berhenti belajar, termasuk dari sahabat-sahabat internasional,” pungkasnya.

Similar Posts