KI DKI Visitasi SMAN 5 Jakarta, Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Sekolah

JAKARTA – Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta melakukan visitasi ke SMA Negeri 5 Jakarta dalam rangka penyerahan sertifikat predikat “Menuju Informatif” hasil Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Komisioner KI DKI Jakarta, Ferid Nugroho, dan disambut langsung oleh Kepala SMAN 5 Jakarta, Teguh Santoso, S.Pd., M.Si., beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Ferid Nugroho menjelaskan bahwa E-Monev merupakan instrumen penting untuk mengukur tingkat keterbukaan informasi badan publik, termasuk di sektor pendidikan. Ia menyebutkan bahwa SMAN 5 Jakarta berhasil meraih nilai 79,89 dan berada pada kategori “Menuju Informatif”.

“Nilai tersebut menunjukkan komitmen yang baik dari SMAN 5 Jakarta dalam menerapkan keterbukaan informasi publik. Namun masih terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi secara optimal,” ujar Ferid.

Ia menambahkan, sejumlah komponen penilaian yang belum terisi menjadi salah satu faktor belum tercapainya predikat “Informatif”. Padahal, jika seluruh indikator dipenuhi, peluang untuk naik ke kategori tertinggi sangat terbuka.

“Jika beberapa item yang belum terisi dapat dilengkapi, besar kemungkinan SMAN 5 Jakarta bisa mencapai klasifikasi informatif,” katanya.

Ferid juga menekankan pentingnya penguatan peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan sekolah. Menurutnya, PPID memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh informasi publik dikelola, didokumentasikan, dan disampaikan secara tepat kepada masyarakat.

“PPID harus aktif mengelola informasi, mulai dari perencanaan, pendokumentasian hingga pelayanan. Jangan sampai ada informasi yang seharusnya terbuka justru tidak tersedia atau sulit diakses,” ujarnya.

Selain itu, Ferid mendorong agar SMAN 5 Jakarta memanfaatkan berbagai kanal informasi, termasuk media digital dan website resmi sekolah, untuk menyampaikan informasi kepada publik secara berkala.

“Pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci. Website sekolah, media sosial, hingga kanal digital lainnya harus dioptimalkan sebagai sarana keterbukaan informasi publik,” ucapnya.

Ferid menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi upaya pencegahan sengketa informasi. Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan informasi seperti anggaran, bantuan pendidikan, dan pengadaan barang dan jasa dapat meningkatkan kepercayaan publik.

“Sekolah yang informatif cenderung minim sengketa informasi karena seluruh informasi disampaikan secara terbuka dan akuntabel,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam pelayanan informasi publik, termasuk penyediaan layanan pengaduan yang mudah diakses serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Inovasi layanan informasi perlu terus dikembangkan, termasuk mekanisme pengaduan yang jelas dan mudah diakses. Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan,” tambah Ferid.

Selain penyerahan sertifikat, kegiatan visitasi juga diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab antara tim KI DKI Jakarta dan pihak sekolah terkait pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), layanan informasi publik, serta strategi peningkatan nilai E-Monev ke depan.

Ferid Nugroho berharap SMAN 5 Jakarta dapat terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan layanan informasi publik, sehingga mampu meraih predikat “Informatif” pada penilaian E-Monev berikutnya. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk memperkuat tata kelola sekolah yang baik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Jakarta, Teguh Santoso, menyampaikan apresiasi
atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan oleh KI DKI Jakarta. Ia menyatakan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi.

“Kami akan menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan, termasuk melengkapi indikator yang masih kurang, agar ke depan bisa meraih predikat informatif,” ujarnya.

Similar Posts