KI DKI Jakarta Tegaskan Keterbukaan Informasi sebagai Bentuk Akuntabilitas Badan Publik

JAKARTA – Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta melakukan visitasi ke SDN Karet Tengsin 13 Pagi pada Jumat, 29 Mei 2026. Kunjungan tersebut bertujuan menyampaikan hasil rekomendasi E-Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada SDN Karet Tengsin 13 Pagi yang berhasil meraih predikat Menuju Informatif pada pelaksanaan E-Monev tahun sebelumnya.

Berdasarkan surat rekomendasi E-Monev, SDN Karet Tengsin 13 Pagi memperoleh nilai 82,69. Nilai tersebut menempatkan sekolah pada kategori Menuju Informatif dan hanya selangkah lagi menuju predikat Informatif. Adapun kategori penilaian E-Monev terdiri atas Tidak Informatif, Kurang Informatif, Cukup Informatif, Menuju Informatif, dan Informatif.

Komisioner KI DKI Jakarta Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Advokasi, Ferid Nugroho, mengapresiasi capaian SDN Karet Tengsin 13 Pagi yang dinilai cukup baik, terlebih karena sekolah tersebut baru pertama kali mengikuti E-Monev Keterbukaan Informasi Publik.

“SDN Karet Tengsin 13 Pagi ini sudah cukup bagus nilainya, yaitu 82,69. Apalagi ini kali pertama mengikuti E-Monev. Kami sangat mengapresiasi capaian tersebut. Tinggal sedikit lagi untuk bisa mencapai predikat Informatif,” ujar Ferid.

Ferid menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan salah satu bentuk nyata akuntabilitas badan publik kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap badan publik memiliki kewajiban untuk menyediakan dan membuka informasi publik secara transparan.

“SDN Karet Tengsin 13 Pagi sebagai badan publik yang menggunakan dana publik dan menjalankan pelayanan kepada masyarakat wajib membuka informasi sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KI DKI Jakarta juga menyampaikan sejumlah poin evaluasi yang masih perlu menjadi perhatian pihak sekolah. Salah satu indikator yang mendapat perhatian khusus ialah aspek digitalisasi layanan informasi publik yang memiliki bobot penilaian cukup besar dalam E-Monev.

“Masih ada beberapa poin yang perlu mendapat atensi, terutama pada indikator digitalisasi. Bobot nilainya cukup tinggi, sekitar 30 persen. Jika ada hal-hal yang kurang dipahami, silakan berkoordinasi dan berdiskusi dengan kami,” kata Ferid.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN Karet Tengsin 13 Pagi, Widawati, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan KI DKI Jakarta agar sekolahnya dapat meraih predikat Informatif pada E-Monev tahun 2026.

Ia juga mengapresiasi kunjungan KI DKI Jakarta yang dinilai memberikan wawasan dan semangat baru dalam memperbaiki tata kelola serta layanan informasi publik di lingkungan sekolah.

“Apa yang sudah disampaikan tadi sangat menambah wawasan baru bagi kami. Ke depan, catatan-catatan dalam surat rekomendasi akan kami tindak lanjuti agar tahun ini bisa mencapai predikat Informatif seperti harapan kita bersama,” ujar Widawati.

Similar Posts