KI DKI Jakarta Soroti Pembaruan DIP dan Media Informasi saat Visitasi ke SDN 01 Cilandak Timur
JAKARTA – Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta melakukan visitasi ke SDN 01 Cilandak Timur pada Rabu (13/5/2026) dalam rangka menyampaikan surat rekomendasi hasil Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.
Komisioner KI DKI Jakarta Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI), Agus Wijayanto, mengatakan SDN 01 Cilandak Timur masih memperoleh nilai 81,89 dengan kategori ‘Menuju Informatif’.
“Menindaklanjuti surat rekomendasi yang telah kami sampaikan, SDN 01 Cilandak Timur masih berada pada kategori ‘Menuju Informatif’ dengan nilai 81,89. Untuk mencapai kategori ‘Informatif’, masih diperlukan sekitar sembilan poin lagi,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, hasil E-Monev sebenarnya dapat diakses langsung oleh admin badan publik melalui laman E-Monev. Namun, KI DKI Jakarta tetap melakukan visitasi untuk menyampaikan sejumlah catatan penting sekaligus mempererat silaturahmi dengan badan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Agus memaparkan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian SDN 01 Cilandak Timur sebagai bahan perbaikan pada pelaksanaan E-Monev mendatang.
“Kami berharap pada pelaksanaan E-Monev 2026 nanti, seluruh data dukung yang memuat unsur tahun berjalan dapat segera diperbarui. Selain itu, terdapat catatan terkait penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) yang juga perlu mendapat perhatian,” katanya.
Agus menegaskan bahwa E-Monev Keterbukaan Informasi Publik bukanlah sebuah kompetisi. Karena itu, badan publik yang belum mencapai kategori ‘Informatif’ disarankan melakukan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) terhadap badan publik yang telah lebih dahulu informatif.
Ia juga memberikan masukan terkait kendala pengadaan website yang dihadapi sekolah.
“Saya sarankan apabila website belum tersedia, sekolah dapat lebih aktif memanfaatkan media sosial sambil mencari alternatif inovasi lainnya. Pemanfaatan media offline, seperti pemasangan banner di lingkungan sekolah, juga perlu dimaksimalkan,” ujar Agus.
Selain itu, Agus turut menyampaikan informasi mengenai kemungkinan perubahan indikator dan bobot penilaian E-Monev. Oleh sebab itu, badan publik diimbau aktif memantau informasi terbaru melalui grup E-Monev yang diinisiasi KI DKI Jakarta.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 01 Cilandak Timur, Siti Tarwiyah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan masukan yang diberikan KI DKI Jakarta.
“Terima kasih atas kunjungan hari ini serta apresiasi dari KI DKI Jakarta. Kami menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi. Semoga setelah kunjungan ini, hasil E-Monev kami pada 2026 dapat menjadi lebih baik,” ujar Siti.
